04/04/13

Kekasihmu. (Bagian II)

Seoarang pria yang sangat-sagat beruntung bisa menakhlukan sekaligus mendapatkan hatimu. Pria tampan, kaya, berbadan atletis dan sangat diidolai banyak wanita di kampusnya (kampusmu juga). Pria yang lebih tua satu tahun darimu. Pria yang selalu memperlakukanmu bagai tuan putri. Pria yang selalu ingin bersamamu dimanapun kamu ada. Pria yang ingin menjadi alasanmu tersenyum. Pria yang ingin menjadi alasanmu melupakan masa lalumu. Pria yang selalu memberikan kejutan padamu. Tidak berupa memberi hadiah mewah, tapi dengan perhatiannya dan juga hal-hal kecil yang tak pernah kamu bayangkan dan kamu dapatkan dulu. Kamu bahagia karena pria itu. Kamu (hampir) berhasil melupakan masa lalumu karen pria ini. Kamupun mulai merasa beruntung bisa memilikinya. Tak lama memang waktu yang dibutuhkan pria ini untuk menakhlukan hatimu. Kamu mulai percaya pria ini. Kamupun sedikit demi sedikit mulai mengenal lebih dalam sifat pria ini. Pria ini berasal dari keluarga kaya. Pria ini memiliki prinsip yang kuat dan sangat idealis. Ada sisi dari pria ini yang kamu tak suka belakangan ini. Tempramen. Mungkin maksud pria ini baik, dia tak ingin kalau sampai terjadi apa-apa padamu. Hal yang paling dia khawatirkan darimu adalah kamu kembali memikirkan masa lalumu. Sempat pria ini memarahimu, membentakmu, tak hanya ditelfon, tapi juga saat kalian di kampus. Di depan teman-temannya dan temanmu juga. Tidak jarang memang dia begitu. Hal itulah yang membuatmu menangis karenanya. Sampai pada puncaknya, setelah dia membentakmu di kampus habis-habisan di depan teman-temannya, di depan temanmu juga. Kamu hanya bisa duduk sambil menunduk menahan tangismu. Tapi, akhirnya kamu menangis juga. Memang, wanita mana yang tak akan menangis jika pria yang ia sayang memperlakukannya seperti yang kamu alami saat ini. Pria ini tal pedulu akan temannya dan temanmu yang melihatnya membentakmu. Kamu yak tahan. Akhirnya, kamu memutuskan untuk tak melanjutkan hubungan ini dengan pria itu. Tak ada usaha pria itu untuk menarik kembali dan memikirkan kembali keputusanmu. Pria ini hanya berdiri di tempatnya sambil melihatmu yang pergi menjauh meninggalkannya. Beberapa hari setelah kejadian itu, pria ini mulai menyadari kesalahannya. Pria ini datang padamu lagi dan berusaha meminta maaf padamu. Pria ini mulai membujukmu untuk kembali padanya. Sampai setelah dua minggu pria ini gigih berusaha untuk menjelaskan padamu kalau ia mau merubah sikapnya itu dan berjanji tak akan mengulangi kesalahannya, kamu pun kembali luluh dibuatnya. Kamu kembali bersamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar