04/04/13

Kamu. (Bagian III)

Kamu. Puncak dari segala rasa rindu. Alasan kenapa dia dan kekasihmu jatuh cinta.
Kamu. Alasan kenapa dia dengan sabar sampai sekarang tak mengungkapnya perasaan yang sebenarnya. Alasan kenapa dia rela menunggu sesuatu yang tak pasti. Dia sangat mengerti kamu. Dia sangat menyayangimu.
Kamu. Yang mulai bahagia bersama kekasihmu. Yang mulai percaya kekasihmu. Yang mulai menemui jalan keluar dari masa lalumu.
Kamu spesial. Untuknya, maupun untuk kekasihmu. Terutama untuknya. Kenapa? Karena dia masa lalumu. Dia sengaja tidak memperkenalkan dirinya sebagai masa lalumu. Karena dia tahu, dia tak ingin lagi membuatmu terus melihat kebelakang disaat kamu sudah bersama kekasimu sskarang. Tapi bagian ini bukan tentang dia, ini tetang kamu.
Kamu. Sudah hampir setengah tahum kamu menjalani hari-hari bersama kekasihmu. Walaupun sempat ada ganjalan disana-sini, kamu mau memberikan kesempatan pada kekasihmu. Kamu memang begitu. Tak mudah untuk menyerah dalam menjalani suatu hubungan. Kecuali memang jika kamu pikir sudah tidak ada lagi alasan kenapa kamu harus memperthankan hubungan itu. Kamu sudah banyak merencanakan hal-hal menarik kedepan bersama kekasihmu. Ya..sama seperti dulu, hal itu juga kamu lakukan dengan kekasihmu sekarang. Sebenarnya, kamu pun tidak mau terlalu merencanakan sesuatu untuk masa depan. Karena kamu masih takut jika saja apa yang kamu sudah rencanakan itu kembali rusak karena hubunganmu denga kekasihmu sekarang berakhir. Tapi, kamu mencoba, mencoba untuk bangkit dari masa lalu.
"From this moment on I'm changing the way I feel, it' time to get real. 'Cause I have to wanna heal."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar