03/04/13

Dia. (Bagian I)

Dia yang mengagumimu. Dia yang menyayangimu lebih dari kekasihmu. Dia yang selalu menjadi tisu dikala air mata mulai membanjiri wajahmu. Dia yang selalu bersedia memberikan pundaknya dikala kamu sedih. Dia yang sudah hafal semua tentangmu, tak perlu banyak kata hanya pelukannya yang kamu butuhkan. Dia yang tak bisa bilang bahwa dia sangat mencintaimu dan sangat ingin menginginkanmu. Dia seperti tanah yang setia menerima guyuran air hujan-air mata- yang kau tumpahkan. Dia seperti tanah yang diam-diam menyimpan rasa sayang pada hujan. Kalau bisa, sebenarnya dia ingin menjadi payung yang bisa melindungimu dari guyuran hujan. Kalau bisa, sebenarnya dia ingin menjadi selimut yang senantiasa memberikan kehangatan padamu. Kalau bisa, sebenarnya dia ingin menjadi kekasih..ah sudahlah hal itu tak lagi terlalu dia pikirkan. Dia yang lebih memilih menjadi pelampiasan air matamu. Dia yang lebih memilih diam ketimbang harus mengakui perasaannya dan mendapati kamu akan berubah padanya nanti. Dia yang selalu menahan rasa kesalnya karena melihat wanita yang dia cintai selalu dibuat kecewa oleh kekasihnya. Dia yang tak mampu berbuat banyak ketika kamu bilang, "Aku sayang sama dia. Sayang banget. Walaupun dia sering ngecewain aku, aku tahu itu kebiasaannya, dari situ aku merasa memilikinya. Aku utuh karenanya. Aku bahagia bersamanya." Dia yang selalu mengalah dan menahan rasa sakit ketika dia mendapati alasan kamu tersenyum adalah kekasihmu. Dan sekaligus, kekasihmu juga satu-satunya alasan yang membuatmu menangis dan datang padaku. Dia sebenarnya tak suka kamu selalu dibuatnya menangis. Tapi dengan kamu menangis, kamu jadi datang padanya. Dia bahagia ketika kamu datang padanya, walaupun alasannya selau dan selalu membuatnya tak senang. Tapi dia terus seperti itu, demi menjagamu, demi membuatmu tersenyum kembali. Demi menjadi satu-satunya alasanmu datang padanya disaat kamu dibuat sedih kekasihmu. "Friends, lovers or nothing, there can ONLY BE ONE. Friends, lovers or nothing, there'll never be an in between so give it up." Iya, hanya bisa satu. Satu yang dia pilih untuk sekarang. Dia bahagia seperti ini. Dia bahagia masih bisa ada buatmu. Dia sayang padamu melebihi kekasihmu. Dia tak mau dan tak bisa kehilanganmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar