16/03/13

Teruntuk Kamu.

Katamu, "Berhentilah mencintaiku." Mulutku kaku, tapi hati ini berbisik, "Bukankah kau pernah bilang jangan pernah menyia-nyiakan orang yang sayang padamu?"

Tanganku, seperti layaknya tangan bayi. Lemah. Tak sanggup terus menahanmu. Kakiku, punya mata tapi tak tau arah saat kau bilang, "pergilah dariku..".

Apa kau tau kenapa mata dan telinga diciptakan lebih banyak daripada mulut? Supaya aku lebih bisa dan masih tetap bisa melihat dan mendengar semua tentangmu dari kejauhan.

Di langit subuh, jatuhkanlah dirimu dalam hujan. Agar kau belajar darinya. Jika jatuh itu bisa terjadi berulang kali. Agar kau pun mengerti jika hujan bisa membuatmu jadi pembual terhebat dan terlihat seakan kamu tidak menangis padahal kamu kuyup oleh air matamu sendiri.

Teruntuk kamu, apa kamu sadar kamu selalu menemukanku di setiap lamunanmu? Apa kamu sadar disetiap doamu selalu menghadirkan namaku? Apa kamupun menyadari kalau diam-diam kamu berharap kita bertemu di dalam mimpimu sebelum kau tidur?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar