27/02/13

Aku Butuh Alasan.

Kenapa perpisahan kita harus seperti ini? Tuhanmu dan Tuhanku pun tahu kita tidak akan mungkin bersama. Lalu, kenapa Tuhanmu mempertemukanku denganmu? Pertanyaan yang sama juga aku ajukan pada Tuhanku. Apa tujuan-Nya? Kalau hanya ingin membuatku merasakan sayang yang teramat sangat padamu tapi tak memberikanku izin untuk memilikimu, apa itu bukan percuma?
Aku butuh alasan bukan kata-kata bijak yang sama sekali tidak membantuku untuk setidaknya mengalihkan perasaan sayangku ini. Kamu tahu rasanya kan?
Apa kamu pernah berpikir kalau lebih baik kita tidak dipertemukan? Apa kamu pernah berpikir kalau sebaiknya rasa ini kita berikan kepada orang yang lebih tepat? Aku tidak bilang kamu bukan orang yang tepat. Aku masih bersyukur bisa dipertemukan denganmu anehnya. Jika saja aku tidak dipertemukan denganmu, apa aku bisa merasa sebahagia ketika bersamamu? Apa aku bisa menyayangi orang lain selayaknya aku menyangimu dengan sangat jika aku tidak dipertemukan denganmu?
Aku tahu, perpisahan juga merupakan sebuah pengorbanan. Siapa tahu, dengan pengorbanan ini, Tuhanmu dan Tuhanku diam-diam berdiskusi dan pada akhirnya mengizinkan kita untuk kembali bersama. Walaupun aku tahu, itu tidak akan terjadi.
Selamat tinggal..





































*Aku Butuh Alasan, end..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar