23/06/11

puisi : 'perindu bulan' (version 2)

Di bawah guyuran hujan kau mencari
mengais keadilan yang tak kunjung menghampiri.
Lebih buruk, karena bukan hanya kau sendiri
perindu bulan yang bertebaran di negeri.

Ada anak kecil berkawan debu
terselip arti di senyum simpulnya.
Dari matanya terlihat harapan abu-abu
bukan sekedar ilusi, hanya kelabu saja.

Kepada orang-orang berkalungkan bintang,
jentikkan jarimu membuatku muak.
Tuhan pasti tahu kau bermain dengan dunia.
Tidakkah kau lihat jurang pemisah itu terlalu besar?
Di mulut simpati tapi masih bisa tertawa!

Kepada perindu bulan..
janganlah kalian terpejam pulas dalam tangis.
Sampai kapan ingin makan mimpi belaka?
Kejarlah angan hingga jadi nyata.




*puisi : 'perindu bulan' (version 2), end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar