23/06/11

puisi : 'perindu bulan' (version 1)

Di bawah guyuran hujan kau terus mencari
mencari keadilan yang tak kunjung menghampiri.
Lebih buruk lagi bahkan karena bukan hanya akau sendiri,
perindu bulan yang bertebaran di negeri.

Kalian berdiri di bawah terik matahari
berdesakkan dengan sesama kalian, mencari.
Berteriak memohon dan mengharap sesuap nasi
sampai akhirnya kalian jatuh tak sadarkan diri.

Di bawah indah cakrawala kau berbaring
tanpa alas tanpa atap hanya angin semriwing.
Memandang langit luas diam tak bergeming
lalu terpejam pulas dalam tangis.






*puisi : 'perindu bulan' (version 1), end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar