23/01/11

surat pertama

Untuk kamu yang ku benci,

    Kamu tau kenapa aku benci sama kamu? Aku benci karena kamu udah berhasil ngebuat aku jatuh cinta sama kamu. Tapi apa hanya karena itu? Bukan, banyak hal yang membuatku benci padamu. Terutama saat berada di sekolah bersama temanmu dan temanku juga. Mereka selalu memanggil namaku jika secara kebetulan aku ada di dekat kamu dan mereka. Aku benci melihat senyuman malu-malu yang manis itu yang kamu arahkan padaku, aku benci bukan karena senyumanmu, melainkan aku benci jika saja aku salah mengartikan senyumanmu itu dengan apa yang aku pikirkan dengan penuh percaya diri kalau itu senyuman yang--menurutku "kamu suka padaku."
    Ditambah lagi jika secara sengaja/tak sengaja pandangan matamu dan mataku bertemu di satu sudut yang sama walaupun hanya sepersekian detik tapi bisa menimbulkan rasa yang--sekali lagi-- dengan penuh percaya diri aku artikan, "kamu selalu memperhatikanku." Aku benci saat dimana aku harus salah tingkah bila berada didekatmu, aku benci saat dimana sebelum dan setelah tidur aku selalu menunggu pesanmu di ponselku yang pada akhirnya tidak ada satupun pesan itu muncul dari nomermu di inbox-ku.
    Aku juga benci saat dimana aku harus memikirkan percakapan apa yang harus kubuat saat membalas pesan darimu agar tak cuma sebentar aku bisa sms-an sama kamu. Aku benci itu, aku benci kenapa banyak waktu yang kubuang hanya untuk memikirkan balasan apa yang harus aku kirim ke kamu, tapi apa aku bisa menawar?
    Tidak, aku tidak bisa menawar kalau aku memang jatuh cinta padamu, aku benci itu tapi harus kuakui. Terlebih aku harus "membaca" apa maksud dibalik semua tulisan-tulisanmu yang kamu posting di twitter, facebook, blog, termasuk di inbox-ku, apakah itu isyarat kalau kau memang suka padaku atau hanya kata-kata biasa yang--sekali lagi-- aku salah artikan dengan penuh percaya diri.
    Banyak yang bilang, cara yang paling mudah untuk membuat orang lain suka pada kita itu dengan cara membuatnya tertawa. Aku teringat disetiap akhir percakapan kita di sms kamu selalu bilang, "thanks for keeping me smile yaa." Apakah itu ucapan terima kasih biasa atau itu ucapan tulus yang memang kamu berikan hanya kepada orang yang bisa membuatmu tersenyum?(baca: spesial) Aku tidak mau menerka-nerka apa maksud dibalik ucapanmu itu karena aku benci itu.
    Sekali lagi dan terakhir kukatakan aku benci padamu karena telah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Sumpah aku benci itu, karena di dalam perasaan yang tak karuan ini, dibalik rasa canggung, kangen, khawatir yang berkumpul menjadi satu yang pada akhirnya membuncah.............




                                                                                                    aku takut sendirian.




 *'surat pertama, end'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar